Selasa, 17 Maret 2015

Kamu Sering Meng’kretek’ Anggota Badanmu? Baca ini untuk Tahu Bahaya Tidaknya
Ketika tubuh kita terasa kaku-kaku dan pegal, kemudian kita membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ hingga akhirnya memberikan sensasi relaksasi tersendiri. Untuk sejenak, rasa pegal itu bisa hilang atau tercipta suatu kepuasan tersendiri selepas kretek-kretek berbunyi.
Kadang-kadang ketika kamu jalan-jalan bersama teman-temanmu, tiba dikagetkan dengan bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan dari pergerakan anggota badan salah satu temanmu. Seusai selesai dia melakukan kebiasaan tersebut, biasanya terpancar wajahnya yang lega dan rileks.
Atau mungkin saja justru kamulah yang sering mengagetkan teman-temanmu dengan bunyi ‘kretek-kretek’ dari anggota badanmu!

Amankah melakukan kebiasaan tersebut?

Secara teknis sebenarnya meregangkan otot hingga mengeluarkan suara tidaklah berbahaya. Namun, jika hal tersebut dilakukan secara rutin, maka lain lagi ceritanya.
“Mengkeretekkan otot atau menyelaraskan persendian tidak berbahaya, tapi jangan dilakukan sebagai kebiasaan,” kata Dr Christopher Anselmi, ahli chiropractik, di New York, AS.
Persendian tersusun dari ligamen, tendon, dan struktur jaringan yang lembut dan makin lama bisa aus. “Jika persendian tidak sesuai dengan posisinya, maka bisa menyebabkan kerusakan prematur,” katanya.
Suara “krek” yang kita dengar saat meregangkan otot memang terkadang menakutkan sehingga kita mengira tulang patah. Persendian mengandung cairan dan gas seperti nitrogen dan karbondioksida. Ketika cairan tertekan dan ada dorongan di persendian, gas akan keluar dan menghasilkan suara “keretek”.
Untuk mengurangi rasa pegal pada otot, Anselmi menyarankan untuk melakukan peregangan ringan. Cara paling mudah adalah saat sedang mandi kita berdiri tegak dan regangkan punggung perlahan. Setelah 5 menit, lenturkan punggung ke arah depan dan belakang, serta ke samping.
“Meregangkan punggung yang kaku sampai berbunyi tidak akan merusak tulang dan sendi, namun jika Anda merasa tidak nyaman pada persendian dan selalu ingin meregangkannya, mungkin memang ada masalah pada punggung,” katanya.
Opini hampir serupa disampaikan oleh dokter lainnya. “Boleh saja asal tidak sering-sering, misalnya jangan 5 menit sekali dibunyikan,” kata Dr Michael Triangto, SpKO, pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran seperti dimuat di detik.com.
Jika dilakukan berlebihan, misalnya 5 menit sekali, maka bisa menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan osteoarthritis (OA) atau sejenis peradangan pada sendi.
Selain itu, Dr Michael juga menyarankan agar membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ sebaiknya dilakukan sendiri. Tidak dianjurkan meminta bantuan orang lain, sebab hanya masing-masing orang yang bisa benar-benar mengenal tubuhnya sendiri.
Sementara itu, dokter spesialis bedah orthopedi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dr. Benedictus Megaputera, MSi, SpOT sependapat bahwa kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Menurutnya, tindakan ini bisa memicu pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
“Bila badan terasa nyeri dan pegal-pegal setelah duduk lama sebaiknya melakukan istirahat sejenak sambil melakukan peregangan otot (stretching),” jelas dr. Benedictus.

Berikut Penjelasan Simpel tentang Sendi dan Bunyi ‘Kretek-kretek’-nya

Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).
Nah, yang dimaksud dengan ‘mengkretek’ sendi adalah menggerakkan sendi tulang hingga menghasilkan bunyi ‘keretek’. Sendi tulang mana saja yang biasa kita ‘kretek’? Yaitu sendi tulang-tulang jari, leher, tulang belakang, dan sebagainya.
Ada penjelasan ilmiah sederhana untuk fenomena tersebut. Untuk memahami bagaimana suara ‘kretek’ diproduksi, sangat perlu untuk mengetahui bagaimana sendi bekerja.
Dibalik Meng'kretek' Sendi Tulang
Gambar Sendi. Sumber Gambar : wikipedia.org
Bagaimana Cara Kerja Sendi
Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi). Masing-masing ujung kedua tulang dilindungi oleh lapisan untuk bergesekan satu sama lain dengan jaringan tulang rawan. Sehingga tidak menyakitkan serta saling merusak karena gesekan. Artikulasi tulang rawan ini didukung oleh bantalan cairan sinovial yang kental dan jelas, yang diproduksi oleh membran yang mengelilingi setiap sendi. Cairan sinovial tersebut melumasi sendi, seperti minyak melumasi bagian logam dalam mesin mobil kita, mencegah bagian keras dari pergesekan antar tulang kita.
Apa yang Membuat Sendi Berbunyi ‘Kretek’.
Bila kita ‘mengkretek’ sendi jari atau sendi tulang yang lainnya, berarti kita saat itu menarik tulang-tulang di sendi saling jauh dari satu sama lain. Hal ini membuka ruang di sendi, mengurangi tekanan di dalamnya. Tekanan yang berkurang menarik gas-gas yang kemudian terlarut dalam cairan sinovial.
Ketika oksigen dan karbon dioksida menjadi kurang larut, mereka membentuk gelembung. Suara ‘kretek’ yang kita dengar adalah suara gelembung yang terbentuk, seperti kita mendengar gelembung terbentuk ketika kita membuka kaleng soda, yang menurunkan tekanan di dalam kaleng, sehingga karbon dioksida terlarut dapat membentuk gelembung.
Fakta Menarik
Jika kita mengambil gambar x-ray dari sendi tulang tepat setelah kita meng’kretek’nya, gelembung-gelembunya akan terlihat. Hal ini membuat ukuran sendi bertambah sekitar 15%. Gelembung-gelembung ini tidak akan ada untuk selamanya. Setelah sekitar setengah jam, gas larut kembali ke dalam cairan sinovial.
Setelah kita meng’kretek’ sendi-sendi tulang jari kita, kita tidak dapat langsung meng’kretek’nya dan mendapatkan bunyi ‘kretek’ lagi dalam jangka waktu dekat, karena kita perlu gas-gas terlarut untuk mendapatkan efek itu. Jika suara ‘kretek’ itu muncul lagi dan dapat kita lakukan berulang-ulang kali, kemungkinan besar adalah karena ligamen kita bergerak kembali ke tempatnya.

Disadur dan dikembangkan dari sumber chemistry.about.comwikipedia.org, detik.com, kompas.com dan bisakimia.com
sumber referensi: http://www.isigood.com/wawasan/kamu-sering-mengkretek-anggota-badanmu-baca-ini-untuk-tahu-bahaya-tidaknya/

Minggu, 22 Februari 2015


Manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya hanya untuk tidur. Tidur merupakan aktivitas yang memiliki pengaruh cukup tinggi bagi kehidupan kita. Dengan melakukan tidur serutin dan sesuai dengan jumlah jam yang disarankan dapat mempengaruhi kesehatan mulai dari stamina hingga kesegaran tubuh.
Idealnya setiap orang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam untuk bersitirahat, jika kurang dari jumlah waktu yang disarankan maka dapat mempengaruhi ketidak seimbangan pada tubuh.
Selain berdasarkan jamnya, waktu juga sangat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Waktu disini berkaitan keadaan apakah malam hari atau siang hari. Disamping kedua keadaan tersebut, banyak orang yang selalu tidur ketika waktu yang tidak tepat yang mengakibatkan buruknya kesehatan.

Disini ada beberapa waktu yang sangat tidak disarankan untuk tidur:

1. Setelah makan
Ketika perut kenyang, pastinya setiap orang mengalami rasa kantuk yang luar biasa, dimana ketika sudah begitu banyak orang yang memilih untuk memejamkan mata dengan keadaan perut yang masih kekenyangan. Tahukah kamu jika tidur setelah makan tidak baik untuk dijalani?
Meskipun menyenangkan tetapi tidur setelah makan dapat menjadi sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan mulai dari peningkatan berat badan hingga terkena stroke.
Tidur setelah makan juga akan membuat rasa panas di dada, pasalnya sistem pencernaan akan bekerja keras, padahal tubuh tengah tidur untuk beristirahat. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam pada lambung.

2. Tidur setelah shalat subuh
Ketika fajar menyingsing, umat muslim pastinya sering melakukan shalat subuh, ketika sudah selesai banyak orang yang selalu tertidur meskipun sebenarnya hal tersebut sangatlah tidak disarankan.
Tidur setelah shalat subuh akan membuat berbagai gangguan kesehatan mulai dari sakit kepala, sulitnya konsentrasi, kehilangan waktu yang produktif dan letih. Sebaiknya, jika masih ada waktu sebelum beraktivitas setelah shalat subuh, gunakan waktu untuk berolahraga atau sekedar joging ringan.



3. Tidur di sore hari
Tidur di sore hari memang menyenangkan, umumnya banyak orang yang menjalaninya dengan rentang waktu antara pukul 4 hingga pukul 6 sore. Namun dalam kajian psikologi, hal tersebut sebenarnya dapat mengganggu bioritme manusia normal, yang memicu perubahan negatif dalam hormon.
Ketika Anda terbangun setelah tidur sore, dapat membebankan stres tertentu pada tubuh yang mana dapat mempengaruhi keadaan kadar gula pada darah dan memungkinkan menimbulkan diabetes.

4. Tidur Sebelum Sholat Isya
Sebelum tertidur, pada malam hari sangat disarankan untuk terlebih dahulu menunaikan shalat isya meskipun rentang jam isya sangat panjang, namun agar kualitas tidur tetap seimbang pastikan Anda melakukannya dan jangan menundanya.
Bagi mereka yang tertidur sebelum shalat isya dapat mengalami gangguan tidur seperti terbangun di malam hari dan pada akhirnya bisa menjadikan insomnia. Insomnia sangatlah buruk karena mampu memperburuk kesehatan Anda.
Itulah beberapa waktu yang buruk untuk tidur yang perlu Anda ketahui. Pastikan Anda menjalani tidur dengan waktu yang sesuai agar kesehatan Anda tetap terjaga.


sumber referensi: http://americanpillo.com/ini-dia-4-waktu-yang-tidak-disarankan-untuk-tidur/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...