Minggu, 22 Februari 2015

4 Waktu Yang Tidak Disarankan Untuk Tidur

Manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya hanya untuk tidur. Tidur merupakan aktivitas yang memiliki pengaruh cukup tinggi bagi kehidupan kita. Dengan melakukan tidur serutin dan sesuai dengan jumlah jam yang disarankan dapat mempengaruhi kesehatan mulai dari stamina hingga kesegaran tubuh.
Idealnya setiap orang membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam untuk bersitirahat, jika kurang dari jumlah waktu yang disarankan maka dapat mempengaruhi ketidak seimbangan pada tubuh.
Selain berdasarkan jamnya, waktu juga sangat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Waktu disini berkaitan keadaan apakah malam hari atau siang hari. Disamping kedua keadaan tersebut, banyak orang yang selalu tidur ketika waktu yang tidak tepat yang mengakibatkan buruknya kesehatan.

Disini ada beberapa waktu yang sangat tidak disarankan untuk tidur:

1. Setelah makan
Ketika perut kenyang, pastinya setiap orang mengalami rasa kantuk yang luar biasa, dimana ketika sudah begitu banyak orang yang memilih untuk memejamkan mata dengan keadaan perut yang masih kekenyangan. Tahukah kamu jika tidur setelah makan tidak baik untuk dijalani?
Meskipun menyenangkan tetapi tidur setelah makan dapat menjadi sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan mulai dari peningkatan berat badan hingga terkena stroke.
Tidur setelah makan juga akan membuat rasa panas di dada, pasalnya sistem pencernaan akan bekerja keras, padahal tubuh tengah tidur untuk beristirahat. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam pada lambung.

2. Tidur setelah shalat subuh
Ketika fajar menyingsing, umat muslim pastinya sering melakukan shalat subuh, ketika sudah selesai banyak orang yang selalu tertidur meskipun sebenarnya hal tersebut sangatlah tidak disarankan.
Tidur setelah shalat subuh akan membuat berbagai gangguan kesehatan mulai dari sakit kepala, sulitnya konsentrasi, kehilangan waktu yang produktif dan letih. Sebaiknya, jika masih ada waktu sebelum beraktivitas setelah shalat subuh, gunakan waktu untuk berolahraga atau sekedar joging ringan.



3. Tidur di sore hari
Tidur di sore hari memang menyenangkan, umumnya banyak orang yang menjalaninya dengan rentang waktu antara pukul 4 hingga pukul 6 sore. Namun dalam kajian psikologi, hal tersebut sebenarnya dapat mengganggu bioritme manusia normal, yang memicu perubahan negatif dalam hormon.
Ketika Anda terbangun setelah tidur sore, dapat membebankan stres tertentu pada tubuh yang mana dapat mempengaruhi keadaan kadar gula pada darah dan memungkinkan menimbulkan diabetes.

4. Tidur Sebelum Sholat Isya
Sebelum tertidur, pada malam hari sangat disarankan untuk terlebih dahulu menunaikan shalat isya meskipun rentang jam isya sangat panjang, namun agar kualitas tidur tetap seimbang pastikan Anda melakukannya dan jangan menundanya.
Bagi mereka yang tertidur sebelum shalat isya dapat mengalami gangguan tidur seperti terbangun di malam hari dan pada akhirnya bisa menjadikan insomnia. Insomnia sangatlah buruk karena mampu memperburuk kesehatan Anda.
Itulah beberapa waktu yang buruk untuk tidur yang perlu Anda ketahui. Pastikan Anda menjalani tidur dengan waktu yang sesuai agar kesehatan Anda tetap terjaga.


sumber referensi: http://americanpillo.com/ini-dia-4-waktu-yang-tidak-disarankan-untuk-tidur/

Minggu, 11 November 2012

Efek dari Mengkonsumsi Pemanis Buatan Secara Berlebih

Beda minuman soda biasa dengan soda rendah kalori terdapat pada
pemanisnya. Sebagian besar minuman soda diet (rendah kalori)
mengandung gula rendah kalori, salah satunya adalah aspartame. Banyak
efek yang tidak bagus terhadap kesehatan yang ditimbulkan oleh
aspartame. Penelitian lain juga membuktikan bahwa gula rendah kalori
yang terdapat pada soda tidak berpengaruh pada penurunan berat badan,
namun dapat meningkatkan berat badan. Tidak hanya pada minuman
bersoda, aspartame maupun saccharine umum ditemui pada produkproduk
minuman ringan lainnya. Ada baiknya bagi Anda yang sedang menjalani program diet untuk
menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Pasalnya, sebuah studi
dari Liverpool University menemukan, pemanis buatan sama sekali tidak bisa membantu
menurunkan berat badan bahkan berakibat sebaliknya.

Tubuh kita, menurut peneliti Profesor Soraya Shirazi-Beechey, tidak bisa membedakan kalori dari
pengganti gula yang umum digunakan pada makanan hasil industri dengan gula yang sebenarnya.
Sama seperti gula asli, pemanis buatan ini juga mengaktifkan sensor dalam usus yang merupakan
kunci penyerapan glukosa. Sebagai akibatnya, tubuh akan mengolah gula ekstra dan semua kalori
yang terkandung di dalamnya. Bagi Anda yang melakukan diet, ini sama artinya dengan mengalami
sedikit atau sama sekali tidak mengalami penurunan berat badan. Seiring waktu, menurut peneliti,
ini bahkan memicu penambahan berat badan.

“Ada baiknya mengonsumsi makanan alami dan membatasi pemanis buatan,” tutur Beechey,
seperti dikutip situs dailymail. Dalam studi ini, para peneliti mempelajari proses yang terjadi di usus
halus, tempat penyerapan glukosa atau gula dari makanan ke dalam pembuluh darah. Beechey
mengidentifikasi bahwa sel-sel yang mendeteksi gula selanjutnya akan melepaskan hormonhormon
yang penting untuk membantu pengangkutan gula melalui lapisan usus dan masuk ke
darah. Gula ini selanjutnya akan diubah menjadi lemak. Sel-sel ini, terang Beechey, juga akan
melepaskan hormon-hormon saat bertemu dengan pemanis buatan.”Pemanis buatan juga bisa
mengaktifkan sensor glukosa dan meningkatkan kapasitas usus untuk menyerap gula lebih banyak
lagi.”

Karena itu, terang Beechey, jika Anda seringkali mengonsumsi diet kola agar tetap langsing, Anda
malah akan mendapatkan yang sebaliknya. Hal ini karena pemanis buatan akan mengaktifkan
sensor, sehingga Anda menyerap lebih banyak gula dari diet.
Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pemanis buatan bisa dilihat disini Macam - Macam Pemanis Buatan

Macam - Macam Pemanis Buatan


Sakarin
Bahan ini memiliki tingkat kemanisan hingga 300 kali lipat daripada gula alami.
Dijual dipasaran dalam bentuk senyawa Na atau Ca.
Merupakan bahan yang tidak mengandung kalori, sehingga sering ditemukan pada pengolahan makanan yang ditujukan untuk diet kalori.
Pemakaian yang berlebihan akan menimbulkan rasa manis yang terasa pahit ditenggorokan.
Pengujian pada hewan menunjukan bahan ini bisa menimbulkan kanker, namun belum diketahui pasti efek yang sama pada manusia.

Aspartam
Tingkat kemanisan yang terkandung dalam bahan ini mencapai 200 kali lebih manis dari gula alami.
Termasuk dalam pemanis buatan yang mengandung kalori.
Merupakan bahan tambahan pangan yang mudah mengalami hidrolisasi dan reaksi kimia lainnya, yang akan menyebabkan rasa manis yang terkandung hilang.

Asesulfam K
Tingkat kemanisan yang dimiliki oleh bahan ini mencapai 200 kali lipat dari gula.
Pengujian reaksi yang dilakukan terhadap bahan ini menunjukan bahan ini aman dikomsumsi oleh manusia dalam kadar yang telah ditentukan.
Kestabilan yang dimiliki oleh bahan ini selama pengolahan termasuk dalam kategori sangat baik.

Siklamat
Tingkat kemanisan yang dimiliki oleh bahan ini termasuk rendah, hanya sekitar 30 kali lipat dari gula alami.
Dan termasuk pemanis buatan yang tidak menimbulkan rasa pahit pada tenggorokan

sumber referensi:
http://indobeta.com/macam-macam-pemanis-buatan/12321/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...